MAKNA KOMPETENSI
Kompetensi
adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang
sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan
tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu
(SK Mendiknas
No. 045/U/2002, Ps. 21)
Tugas / pertanyaan:
1. Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat
Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ilmu/Pengetahuan;
2. Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat
Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Ketrampilan;
3. Susun 2 (dua) capaian kompetensi Etika dan Filsafat
Kepemimpinan yang ingin saudara capai dari pendekatan Sikap / Perilaku;
4. Susun / desain model kompetensi Etika dan Filsafat
Kepemimpinan yang saudara unggulkan dan lakukan dalam uji kompetensi akhir
semester (dapat berupa bagan atau yang lain).
JAWABAN !
1. Kompetensi
Etika dan Filsafat Kepemimpinan dari pendekatan ilmu/pengetahuan,
v Pemimpin
berkeKenyakinan/Keagamaan :
Sebagai
seorang pemimpin yang utuh dalam menjalankan aktifitas kepemimipinannya harus
berpegang teguh terhadap kenyakinan karena pemimpin yang berkenyakinan
merupakan sebagai sikap dasar seorang pemimpin yang mampu membentuk pola
karekteristiknya dalam memikirkan, berkehendak serta bertindak dalam
melaksanakan sesuatu hal, sehingga alhasil tujuan yang ditetapkan dapat tercapai
sebagaimana mestinya.
v Pemimpin
berpengetahuan tentang lingkup profesi dan berpikir kritis :
Seorang
pemimpin harus mengetahui tentang ruang lingkupnya yang mana sebagai pemimpin
harus bisa menjadi contoh dan panutan bagi bawahannya, mampu memberi motivasi
atau tindakan psitif sehingga dapat ditiru oleh bawahannya dalam melaksanakan
tugas. Sedangkan pemimpin harus berpikir kritis dalam mengambil sebuan
keputusan sehingga dari hasil berpikir kritis tersebut dapat menghasilkan hal
baru yang lebih efektif sehingga bawahannya akan bekerja bukan hanya sekedar
melakukan hal yang telah menjadi rutinitas tapi mencoba hal baru yang lebih
positif.
2. Kompetensi
Etika dan Filsafat Kepemimpinan dari pendekatan ketrampilan,
v Ketrampilan
pemimpin dalam berkomunikasi :
Hal
utama yang dimiliki oleh pemimpin adalah komunikasi. Dengan adanyanya
komunikasi dapat menciptakan sebuah interaksi antara pemimpin dengan
bawahannya. Komunikasi merupakan jantungnya kepemimpinan, sehingga sebagai
seorang pemimpin yang berintelektual harus memiliki kemampuan dalam
berkomunikasi yang baik antara partner atu bawahannya dengan memperhatikan alur
komunikasi yang efektif, mendengarkan aspirasi dari bawahannya, saling bertukar
pikiran dan memberikan umpan balik. Sehingga dengan adanya komunikasi yang baik
merupakan suatu strategi untuk mempengaruhi oeng lain
v Ketrampilan
dalam memimpin :
Sebagai
seorang pemimpin yang baik harus mampu memiliki ketrampilan dalam mempengaruhi
dan menggerakan perilaku orang lain agar mampu bekerja dalam melaksanakan tugas secara efektif dan
efisien. Seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas harus mampu membangun kerja
sama dan bekerja sama dengan orang lain maupun dengan bawahannya, sehingga
tujuannya dapat tercapai.
3. Kompetensi
Etika dan Filsafat Kepemimpinan dari pendekatan sikap/perilaku
v Pemimpin
yang bertanggung jawab :
Sebagai
seorang pemimpin dituntut harus aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari
setiap permasalan dan tantangan yang dihadapi organisasinya. Pemimpin harus
bertanggung jawab apapunnya resikonya. Ketika dalam mengambil sebuah keputusan
seorang pemimpin harus mampu melakukannya dengan penuh rasa tanggung jawab
secara tepat, cepat, hemat, dan selamat tanpa ada masalah dan hambatan-hambatan
yang terjadi lagi. Sehingga alhasil pemimpin tersebut mendapat kepercayaan dari
bawahannya dan sasaran tujuanya dapat tercapai.
v Pemimpin
bersikap jujur :
Dalam
menjalankan sebuah kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang pemimpin adalah
kejujuran karena merupakan kunci kesuksesan. Dengan adanya kejujuran timbul
sebuah kepercayaan sehingga kepemimpinan dapat terlaksana sebagaimana mestinya.
Dengan sikap Kejujuran yang dimilki oleh seorang pemimpin dapat mempengaruhi
dan memberikan respon atau motivasi kepada bawahannya untuk berbuat sesuatu
atau melakukan suatu pekerjaan. Sehingga bawahannya dapat menerima, memahami
dan menyetujui atas dasar tujuan yang telah ditetapkan.
4. Model
Kompetensi Etika dan Filsafat Kepemimpinan
v Pemimipin
yang memiliki pengetahuan :
Sebagai Seorang pemimpin harus
memiliki pengetahuan yang baik tentang kepemimpinan dan ilmu tentang ruang
lingkup kerja profesinya yang terdiri dari pengetahuan kognitif maupun
skill/keterampilan untuk berpikir kritis dalam mengambil sebuah keputusan.
v Pemimpin
yang memiliki kesadaran diri :
Pemimpin yang baik harus mengenal
dirinya dengan baik, diawali dengan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan yang
dimiliki sehingga kekurangan tersebut dapat ditingkatkan. Dengan kesadaran diri yang baik kita akan
menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna, setiap orang berhak untuk
mengalami dan mengekspresikan rasa senang, sedih, kecewa, bahagia, cemas dn
sebagainya. Seorang pemimpin yang baik harus bisa mengenali tanda-tanda ini
pada bawahannya dan selalu berusaha belajar cara mengahadapi kondisi yang ada
dengan cara yang baik.
v Pemimpin
memiliki arah dan tujuan yang jelas :
Tujuan adalah apa yang akan
diralisasikan atau arah yang akan dicapai, alasan seseorang merupakan motivasi
untuk berbuat sesuatu/ melakukan pekejaan tertentu. Seorang pemimpin harus
mempunyai tujuan yang jelas yang meliputi Apa, Siapa, Kenapa dan Bagaimana.
Tujuan ini kemudian harus dikomunikasikan dengan bawahan agar mereka bisa
menerima, memahami dan menyetujui tujuan tersebut sehingga dapat didiskusikan
bersama cara pencapaiannya.
v Pemimpin
harus mampu bertindak :
Seorang pemimpin yang baik adalah
pandai dalam mengambil keputusan yang tepat dan berorientasi pada
tindakan/action. Untuk dapat mengambil keputusan dan bertindak dengan baik maka
seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan, kesadaran diri, kemampuan
berkomunikasi dengan baik, energi, dan tujuan yang jelas. Seorang pemimpin
harus menjadi role model yang baik dalam cara kepemimpinannya, dalam
pelaksanaan tugas maupun dalam membangun kerja sama dan bekerja sama dengan
orang lain termasuk dengan bawahannya.